Menahan Kencing Saat Mudik – Mudik adalah tradisi yang di nanti banyak orang, tetapi tak jarang perjalanan panjang menghadirkan tantangan tersendiri bagi pemudik.
Salah satunya adalah sulitnya menemukan toilet saat jalanan macet.
Banyak orang yang akhirnya memilih menahan kencing hingga menemukan tempat yang tepat.
Namun, apakah kebiasaan ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan? grandviewurgentcare.org
Pengaruh Menahan Kencing Terhadap Kandung Kemih
Kandung kemih yang terlalu sering di paksa menahan urin juga akan mengalami masalah. Kandung kemih yang seharusnya fleksibel dan bisa menampung urin dalam jumlah tertentu akan kehilangan elastisitasnya jika kebiasaan menahan kencing di lakukan terlalu sering. Akibatnya, kandung kemih akan sulit untuk mengosongkan dirinya sepenuhnya, yang dapat memicu infeksi saluran kemih (ISK) atau bahkan inkontinensia urin di masa depan.
Jika kandung kemih terpaksa menahan urin dalam waktu lama, dindingnya bisa meregang kelebihan, yang dalam jangka panjang bisa mempengaruhi kemampuannya untuk mengontrol proses buang air kecil. Hal ini berisiko menyebabkan kebocoran urin yang bisa mengganggu kualitas hidup kamu.
Risiko Terhadap Sistem Pencernaan
Selain itu, menahan kencing dalam waktu yang lama juga dapat mempengaruhi sistem pencernaanmu. Kandung kemih yang terlalu penuh akan memberikan tekanan pada organ-organ lain di dalam tubuh, termasuk usus besar. Tekanan ini bisa memperlambat proses pencernaan dan bahkan menyebabkan sembelit. Jika kamu merasa perut kambung atau tidak nyaman setelah menahan kencing, itu bisa menjadi salah satu efek samping dari kebiasaan buruk ini.
Risiko kesehatan menahan kencing terlalu lama
Menahan kencing sebenarnya adalah hal wajar dalam situasi tertentu.
Namun, jika di lakukan terlalu sering atau dalam durasi panjang, ini bisa berdampak buruk pada tubuh, lho.
Melansir dari Medical News Today, terlalu sering menahan kencing dapat menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK), nyeri, dan banyak lagi. Beberapa risiko yang bisa muncul antara lain:
– Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Bakteri yang seharusnya di lakukan bersama urin bisa berkembang biak dalam kandung kemih, meningkatkan risiko ISK.
Kebiasaan menunda buang air kecil berkorelasi dengan tingginya kasus ISK, terutama pada wanita.
– Gangguan kandung kemih
Menahan kencing terus-menerus dapat melemahkan otot kandung kemih dan menyebabkan overactive bladder, kondisi yang membuat seseorang sering ingin buang air kecil meskipun kandung kemih belum penuh.
– Risiko batu ginjal:
Menurut jurnal yang di terbitkan PubMed, urin yang tertahan dalam tubuh lebih lama bisa menyebabkan penumpukan mineral dan kristal yang berujung pada pembentukan batu ginjal.
Meskipun tidak semua orang mengalami ini, mereka yang sudah memiliki riwayat batu ginjal sebaiknya lebih waspada.
Tips mengelola kebetuhan buang air kecil saat mudik
Agar perjalanan mudik tetap nyaman tanpa harus menghadapi risiko kesehatan akibat menahan kencing, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:
– Rencanakan perjalanan dengan baik
Sebelum berangkat, pastikan untuk mengetahui lokasi rest area atau tempat yang menyediakan toilet bersih di sepanjang rute mudik.
– Atur pola minum
Mengurangi konsumsi cairan secara berlebihan sebelum perjalanan bisa membantu, tapi bukan berarti harus mengurangi minum secara ekstrem.
Tetap konsumsi air putih dengan cukup, namun hindari minuman berkafein atau bersoda yang dapat meningkatkan produksi urin.
– Manfaatkan setiap kesempatan
Jika ada kesempatan untuk ke toilet, gunakan sebaik mungkin meskipun belum merasa benar-benar ingin buang air kecil.
Dengan begitu, akan membantu mengurangi risiko harus menahan urin dalam waktu lama.