5 Minuman Alami Penurun Kolesterol, Usai Lebaran Tak Perlu Was-was

Featured

5 Minuman Alami Penurun Kolesterol, Pola makan kaya akan lemak dan gula saat lebaran tentunya dapat meningkatkan kadar kolesterol. Hal ini membuat munculnya keluhan seperti leher menjadi kencang setelah atau bahkan saat hari lebaran, yang oleh sebagian orang dianggap sebagai gejala melonjaknya kolesterol. Kolestrol dibagi menjadi dua, yakni LDL (low-densty lipoprotein) sebagai kolesterol jahat dan HDL (high-density lipoprotein) sebagai kolesterol baik.

Kolesterol baik (HDL) akan terserap oleh organ hati kemudian membuang sisanya ke tubuh. Sementara kolesterol jahat jika terlalu berlebihan akan menyumbat pembuluh darah. Di kutip oleh grandviewurgentcare.org tingginya kolesterol dalam tubuh dapat memicu pembentukan plak yang memepersempit dan menghambat aliran darah, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Lalu apa saja minuman penurun kolesterol yang efektif dan mudah untuk didapatkan?

1. Teh Hijau

Minuman ini mengandung ketekin dan senyawa antioksidan yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (Low density lipoprotein). Sebuah studi di tahun 2020 menemukan bahwa epigallocatechin gallate, yakni antioksidan dalam teh hijau dapat membantu menurunkan LDL atau kolesterol jahat.

2. Jus Tomat

Tomat diketahui kaya akan senyawa yang disebut lycopene. Senyawa ini dapat meningkatkan kadar lipid dan mengurangi kolesterol LDL. Penelitian menunjukkan bahwa mengolah tomat menjadi jus dapat meningkatkan kandungan likopennya. Jus tomat juga kaya akan serat penurun kolesterol dan niasin.

3. Berry Smoothies

Berberapa buah beri memang dikenal kaya akan antioksidan dan serat, sehingga cocok dijadikan minuman penurun kolesterol. Beberapa buah beri yang bisa di pilih adalah strawberry, blueberry, blackberry, dan rasberry.


Baca juga: https://grandviewurgentcare.org/


4. Susu Oat (Oat Milk)

Oat mengandung beta-glukan yang dapat menciptakan zat seperti gel di dalam usus dan berinteraksi dengan garam empedu. Serat larut ini dapat menghambat penyerapan kolesterol dan membantu mengurangi kadar kolesterol. Sebuah tinjauan pada tahun 2018 menunjukkan bahwa minuman oat seperti susu oat, dapat menawarkan penurunan kolesterol yang lebih konsisten daripada produk oat semi-padat atau padat. Segelas susu oat 250 ml dapat menyediakan 1 gram beta-glukan.

5. Susu Kedelai

Kedelai diketahui rendag lemak jenuh. Mengganti lemah jenuh dengan produk kedelai dapat membantu mengurangi atau mengelola kadar kolesterol. The food and drug administration (FDA) merekomendasikan mengonsumsi 25 gram (g) protein kedelai per hari sebagai bagian dari diet rendah lemak jenuh dan kolesterol untuk membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Selain itu, lebih baik untuk mengonsumsi kedelai dalam bentuk utuh dan diolah secara minimal dengan sedikit atau tanpa tambahan gula, garam, dan lemak.

Menahan Kencing Saat Mudik, Seberapa Berbahaya?

Menahan Kencing Saat Mudik – Mudik adalah tradisi yang di nanti banyak orang, tetapi tak jarang perjalanan panjang menghadirkan tantangan tersendiri bagi pemudik.

Salah satunya adalah sulitnya menemukan toilet saat jalanan macet.

Banyak orang yang akhirnya memilih menahan kencing hingga menemukan tempat yang tepat.

Namun, apakah kebiasaan ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan? grandviewurgentcare.org

Pengaruh Menahan Kencing Terhadap Kandung Kemih

Kandung kemih yang terlalu sering di paksa menahan urin juga akan mengalami masalah. Kandung kemih yang seharusnya fleksibel dan bisa menampung urin dalam jumlah tertentu akan kehilangan elastisitasnya jika kebiasaan menahan kencing di lakukan terlalu sering. Akibatnya, kandung kemih akan sulit untuk mengosongkan dirinya sepenuhnya, yang dapat memicu infeksi saluran kemih (ISK) atau bahkan inkontinensia urin di masa depan.

Jika kandung kemih terpaksa menahan urin dalam waktu lama, dindingnya bisa meregang kelebihan, yang dalam jangka panjang bisa mempengaruhi kemampuannya untuk mengontrol proses buang air kecil. Hal ini berisiko menyebabkan kebocoran urin yang bisa mengganggu kualitas hidup kamu.

Risiko Terhadap Sistem Pencernaan

Selain itu, menahan kencing dalam waktu yang lama juga dapat mempengaruhi sistem pencernaanmu. Kandung kemih yang terlalu penuh akan memberikan tekanan pada organ-organ lain di dalam tubuh, termasuk usus besar. Tekanan ini bisa memperlambat proses pencernaan dan bahkan menyebabkan sembelit. Jika kamu merasa perut kambung atau tidak nyaman setelah menahan kencing, itu bisa menjadi salah satu efek samping dari kebiasaan buruk ini.

Risiko kesehatan menahan kencing terlalu lama

Menahan kencing sebenarnya adalah hal wajar dalam situasi tertentu.

Namun, jika di lakukan terlalu sering atau dalam durasi panjang, ini bisa berdampak buruk pada tubuh, lho.

Melansir dari Medical News Today, terlalu sering menahan kencing dapat menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK), nyeri, dan banyak lagi. Beberapa risiko yang bisa muncul antara lain:

– Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Bakteri yang seharusnya di lakukan bersama urin bisa berkembang biak dalam kandung kemih, meningkatkan risiko ISK.

Kebiasaan menunda buang air kecil berkorelasi dengan tingginya kasus ISK, terutama pada wanita.

– Gangguan kandung kemih

Menahan kencing terus-menerus dapat melemahkan otot kandung kemih dan menyebabkan overactive bladder, kondisi yang membuat seseorang sering ingin buang air kecil meskipun kandung kemih belum penuh.

– Risiko batu ginjal:

Menurut jurnal yang di terbitkan PubMed, urin yang tertahan dalam tubuh lebih lama bisa menyebabkan penumpukan mineral dan kristal yang berujung pada pembentukan batu ginjal.

Meskipun tidak semua orang mengalami ini, mereka yang sudah memiliki riwayat batu ginjal sebaiknya lebih waspada.

Tips mengelola kebetuhan buang air kecil saat mudik

Agar perjalanan mudik tetap nyaman tanpa harus menghadapi risiko kesehatan akibat menahan kencing, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:

– Rencanakan perjalanan dengan baik

Sebelum berangkat, pastikan untuk mengetahui lokasi rest area atau tempat yang menyediakan toilet bersih di sepanjang rute mudik.

– Atur pola minum

Mengurangi konsumsi cairan secara berlebihan sebelum perjalanan bisa membantu, tapi bukan berarti harus mengurangi minum secara ekstrem.

Tetap konsumsi air putih dengan cukup, namun hindari minuman berkafein atau bersoda yang dapat meningkatkan produksi urin.

– Manfaatkan setiap kesempatan

Jika ada kesempatan untuk ke toilet, gunakan sebaik mungkin meskipun belum merasa benar-benar ingin buang air kecil.

Dengan begitu, akan membantu mengurangi risiko harus menahan urin dalam waktu lama.